Ade adalah seorang remaja yang meninggal ditangan
mantan pacarnya, menurut laporan motif sang pacar tega menghabisi nyawa Ade
adalah persolan asmara. Sosok Hafid menjadi sorotan karena dia tega
membunuh mantan kekasihnya Ade Sara Angelina Suroto .
Sindonews.com Ade Sarah Angelina
Suroto (19) mahasiswi cantik yang ditemukan tewas di tol Bintara KM 49,
sebelumnya pamit untuk les bahasa Jerman di Goethe Institut pada Senin 3 Maret
2014 lalu. Diketahui, Ade Sarah Angelina Suroto ditemukan tewas Rabu 5 Maret
2014 pagi. Saat ditemukan, terdapat gelang bertuliskan 'Java Jazz Festival'
yang melingkar di tangannya. Diduga kuat wanita muda ini menjadi korban
pembunuhan yang sengaja dibuang pelaku untuk menghilangkan jejak. Dari hasil pemeriksaan polisi, korban
meninggal sekitar 2 hari lalu sebelum ditemukan.
Korban tewas dengan cara disumpal mulutnya dengan
kertas dan dianiaya dengan alat kejut serta tindakan pemukulan hingga dibuang
mayatnya di Jalan ToL KM 49 Bintara arah Cikunir, Rabu (5/3/2014).
TEMPO.CO, Jakarta - Indah Ramadhani, 19
tahun, menceritakan perilaku Ahmad Imam Al-Hafitd, yang diduga membunuh Ade
Sara Angelina Suroto, yang juga mantan kekasihnya. Menurut Indah, ia dan
teman-teman satu sekolah di SMA 36 Jakarta Timur mengenal Hafitd sebagai
pribadi pemarah. Assyifa pun dikenal peduli dan terbuka ke sesama temannya.
Meski begitu, untuk masalah percintaan, Assiyfa tertutup. "Dia tidak ngomong
soal Hafitd," kata Indah.Ia menduga Assyifa cemburu karena kerap dibandingkan dengan Ade. Soalnya, pernah suatu waktu, saat diajak Hafitd ke rumahnya, adik Hafitd malah menanyakan Ade Sarah, bukan Assyifa.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, salah satu pelaku merupakan mantan pacar korban.
“Pelaku bernama Hafitd (19), dia mantan pacar korban,” kata Rikwanto. Menurut Rikwanto, Hafitd ditangkap saat melayat jenazah korban di RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah menangkap Hafitd, petugas pun berhasil menangkap pelaku kedua yang bernama Assyfa alias Sifa (19), pada pukul 17.00 WIB. Petugas mengamankan Sifa saat masih berada di tempat kuliahnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku, diketahui pelaku menghabisi nyawa Sara karena motif asmara. Hafitd yang merupakan mantan pacar Sara mengaku sakit hati karena Sara tidak mau dihubungi lagi olehnya.
“Motif pembunuhnya ini, pelaku sakit hati kepada korban karena tidak mau lagi dihubungi atau ditemui oleh pelaku (Hafitd),” kata Rikwanto.
Sementara itu, Sifa ikut membunuh Sara karena takut Hafitd jatuh cinta lagi kepada Sara. Pasalnya, Sifa merupakan pacar baru Hafitd. Selain itu, diketahui juga bahwa Sifa sendiri merupakan kawan lama Sara.
Hikmah yang dapat kita ambil dari kasus ini adalah
janganlah cepat terbakar emosi, dan selalu control diri. Karena bukanlah kepuasan
yang dapat diambil setelah melampiaskan emosi dengan cara membunuh, justru
penjaralah yang menanti. Selain itu bukan hanya diri kita saja yang di rugikan
namun banyak orang lain juga yang dirugikan akibat kasus ini. Tidak ada yang
menang semuanya menjadi abu korban meninggal dan pelaku dipenjara disaat usia
masih remaja.