welcome

WELCOME TO MY BLOG :) IKA SEFIYANTI

Sabtu, 24 Desember 2016

Cloud Computing


      I.            Sejarah Penyimpanan Data (Storage)
Perangkat penyimpanan data jaman dulu belumlah sepraktis sekarang. Jika kita sekarang sudah menggunakan teknologi SSD atau Cloud sebagai tempat penyimpanan data, pada tahun 1800an digunakanlah Punch Card sebagai pengganti memory card komputer.
Bentuk Punch Card ini mirip seperti kartu yang memiliki pola titik di atasnya. Jika dimasukkan ke dalam sebuah mesin pembaca Punch Card, maka komputer tersebut akan mengeksekusi proses yang terdapat dalam pola kartu tersebut. Punch Card ini juga digunakan oleh Herman Hollerit untuk menyelesaikan sensus penduduk 1890 dalam waktu satu tahun, di mana sensus penduduk 1880 silam membutuhkan waktu 8 tahun untuk dapat selesai.
Perkembangan digital storage selanjutnya dimulai pada tahun 1940an, di mana William Tube pertama kali dikenalkan dengan kapasitas memori sebesar 0,0625 Kilobyte saja. Tentunya, masih sangatlah kecil ukurannya jika dibandingkan dengan perangkat penyimpanan data jaman sekarang yang sudah mencapai lebih dari 1 Terabyte.
Dalam waktu lebih dari 50 tahun sejak pertama kali William Tube ini diperkenalkan, perkembangan digital storage semakin pesat dan maju seperti yang sudah dapat kita nikmati saat ini. Pengguna komputer tak perlu lagi takut akan perangkat penyimpanan data yang terlalu besar ukuran fisiknya maupun terlalu kecil untuk dapat memuat semua data yang dibutuhkan, karena perangkat penyimpanan data di jaman modern saat ini sudah dapat memenuhi kebutuhan para pengguna komputer.
Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service (SaaS). Konsep penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun ‘60-an. Saat itu muncul “Intergalactic computer network” oleh J.C.R. Licklider, yang bertanggung jawab atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Projects Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita di mana setiap manusia di dunia ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “Cita-cita itu terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan cloud computing”. Para pakar komputasi lainnya juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, di antaranya John McCarthy yang menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an, cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing. Dan kini teryata terlihat bahwa pendorong utama cloud computing adalah karena adanya revolusi Internet. Salah satu batu loncatan yang cukup drastis adalah dengan adanya Salesforce.com di tahun 1999, yang merupakan pencetus pertama aplikasi perusahaan dijalankan melalui Internet. Perkembangan berikutnya adalah adanya Amazon Web Services di tahun 2006, di mana dengan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2), terdapat situs layanan web yang di komersialkan yang memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk menyewa komputer atau server, agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar lainnya datang di tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google dan lainnya memulai untuk menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps. “Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud adalah munculnya “killer apps” dari penguasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Ketika perusahaan tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie Turner sang pelopor komputasi cloud. Turner menambahkan, “cloud computing sudah menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc. Kita hanya dapat membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang sudah di capai. Apa saja dapat di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.
Ketika berbicara tentang sistem cloud computing, sistem ini terbagi menjadi dua bagian: ujung depan dan ujung belakang. Mereka terhubung satu sama lain melalui jaringan, biasanya adalah Internet. Ujung depan adalah sisi pengguna komputer (user), atau klien (client), melihat. Bagian belakang adalah “cloud” bagian dari sistem.
Ujung depan termasuk komputer klien (atau jaringan komputer) dan aplikasi yang diperlukan untuk mengakses sistem cloud computing. Tidak semua sistem cloud computing memiliki antarmuka pengguna yang sama. Layanan seperti Web-based e-mail program memanfaatkan browser Web yang ada seperti Internet Explorer atau Firefox. Sistem lain memiliki aplikasi unik yang menyediakan akses jaringan untuk klien.
Di ujung belakang sistem adalah berbagai komputer, server dan sistem penyimpanan data yang menciptakan “cloud” dari layanan komputasi. Secara teori, sebuah cloud computer system dapat mencakup hampir semua program komputer yang dapat anda bayangkan, dari data pengolahan hingga video game. Biasanya, setiap aplikasi akan memiliki server khusus nya sendiri.
Sebuah server pusat mengelola sistem, memantau lalu lintas dan permintaan client untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Sistem ini mengikuti seperangkat aturan yang disebut protokol dan menggunakan jenis khusus dari perangkat lunak yang disebut middleware. Middleware network memungkinkan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain. Sebagian besar, server tidak berjalan pada kapasitas penuh. Itu berarti ada kekuatan pemrosesan yang hasil buangannya tidak terpakai. Maka akan memerlukan sebuah cara. Teknik ini disebut virtualisasi server. Dengan memaksimalkan output dari setiap server, virtualisasi server mengurangi kebutuhan pada mesin dalam bekerja.
Sebagai suatu teknologi baru pasti mengundang pro dan kontra, begitu juga dengan cloud computing. Pro dan kontra tersebut terjadi karena tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada dari system teknologi baru tersebut, berikut kelebihan dari Cloud Computing:
a.      Kemudahan Akses
Ini merupakan kelebihan yang paling menonjol dari cloud computing, yaitu kemudahan akses. Jadi kita tidak perlu berada pada suatu computer yg sama untuk melakukan suatu pekerjaan, karena semua aplikasi dan data kita berada pada server cloud.
b.      Fleksibilitas
Hampir sama seperti contoh di atas, data yg kita perlukan tidak harus kita simpan di dalam harddisk atau storage computer kita. Dimanapun kita berada, asalkan terkoneksi internet, kita bisa mengakses data kita karena berada pada server cloud
c.       Penghematan (Tanpa investasi awal)
Pastinya dengan adanya cloud computing, akan memungkinkan bagi perusahaan untuk mengurangi infrastruktur IT yang pastinya memerlukan investasi yang besar, baik berupa investasi hardware, software, maupun human resources nya.
d.      Mengubah CAPEX Menjadi OPEX
CAPEX = Capital Expenditure (pengeluaran modal), sedangkan OPEX = Operational Expenditure (pengeluaran modal). Seperti kelebihan sebelumnya, ini masih seputar masalah keuangan. Jadi dengan menggunakan teknologi cloud computer ini, kita tidak harus melakukan pengeluaran modal, sebaliknya kita hanya melakukan pengeluaran operational
e.      Lentur dan Mudah Dikembangkan
Sesuai dengan salah 1 karakter cloud computing yaitu Rapid Elasticity, maka ini juga merupakan salah 1 kelebihan cloud computing. Jadi customer bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan resource yang dipakai, dan ini akan mempengaruhi cost yang mereka keluarkan
f.        Fokus pada bisnis bukan pada TI
Dengan mempercayakan semua pengelolaan seputar IT pada cloud service provider, maka kita akan lebih focus pada bisnis kita bukan pada pengelolaan IT nya.
Dengan banyaknya kelebihan di atas Cloud Computing juga memeiliki kekurangan yaitu ketergantungan akan koneksi Internet. Sehingga membutuhkan koneksi dengan kecepatan yang tinggi agar dapat memanfaatkan(mengambil) file yang berukuran besar.
     V.            Kekurangan Cloud Computing
Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain:
1.      Service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery,
2.      Privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersamasama,
3.      Compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user,
4.      Data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
5.      Data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.
Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
·         Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
·         Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
·         Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider
·         Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
·         Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
·         Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
·         Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.

Referensi:


http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html

Sabtu, 19 November 2016

INSTALASI DNS Server pada Redhat 9.0

A.  INSTALASI DNS Server pada Redhat 9.0
  1.  Instalasi DNS Server dengan terminal
–  Masukkan cd 1 dari installer Redhat 9.0

–   Kemudian Aktifkan cdrom dgn perintah :

[root@localhost /]# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom


–   Buat folder rpm (untuk tempat menyimpan file instalasi DNS server (bind)
[root@localhost root]# cd /

[root@localhost root]# mkdir rpm

[root@localhost root]# ls
bin   dev  home    lib         misc  opt   root     tftpboot  usr boot  etc  initrd  lost+found  mnt   proc  rpm   sbin  tmp       var
–   Copy semua file bind ke folder rpm yang di buat tadi dgn perintah
[root@localhost root]# cp /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/bind-*.rpm /rpm/
[root@localhost root]# cd /rpm
[root@localhost rpm]# ls
bind-9.2.1-16.i386.rpm  bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm
Terlihat dua file bind yang telah tercopy ke folder rpm yaitu bind-9 dan bind-untils
–   nonaktifkan cdrom dgn perintah
[root@localhost /]# umount /dev/cdrom /mnt/cdrom
–   lalu keluarkan cd 1 kemudian masukkan disk 2 dari disk instalasi Linux Redhat 9
–   lakukan mounting untuk mengaktifkan cd instalasi
[root@localhost /]# mount /dev/cdrom /mnt/cdrom
mount: block device /dev/cdrom is write-protected, mounting read-only
[root@localhost /]#
–   lalu copy file bind-devel dan caching-namesserver ke folder rpm dgn perintah :
[root@localhost /]#  cp /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/bind-devel-9.2.1-16.i386.rpm /rpm/

[root@localhost /]#  cp /mnt/cdrom/RedHat/RPMS/caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm
/rpm/
[root@localhost /]# cd /rpm
[root@localhost /]# ls
bind-9.2.1-16.i386.rpm              bind-utils-9.2.1-16.i386.rpm
bind-devel-9.2.1-16.i386.rpm  caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm
Dari tampilan diatas terlihat 4 file aplikasi telah di copy ke folder rpm
–    lakukan penginstallan semua aplikasi tersebut dgn perintah :
[root@localhost rpm]# rpm -ivh bind-*.rpm caching-nameserver-7.2-7.noarch.rpm
warning: bind-9.2.1-16.i386.rpm: V3 DSA signature: NOKEY, key ID db42a60e
Preparing…                      ################################### [100%]
1:bind-utils                        ################################### [ 25%]
2:bind                                 ################################### [ 50%]
3:bind-devel                      ################################### [ 75%]
4:caching-nameserver   ################################### [100%]
[root@localhost /]#
–    Lakukan pengecekan hasil instalasi
[root@localhost /]# rpm -qa |grep bind
bind-utils-9.2.1-16
bind-devel-9.2.1-16
ypbind-1.11-4
bind-9.2.1-16
caching-nameserver
[root@localhost /]#
  2.  Instalasi DNS Server dgn GUI
–   Ikuti petunjuk Gambar

–   Pilih (System Settings – Add\Remove Applications) maka akan muncul

–   Tunggulah beberapa saat hingga muncul Add or Remove Packages
–   Lalu centeng pada Server Configuration Tools lalu Click Details

–   kemudian centeng lagi Redhat-Config Bind lalu click close

–  Kemudian centeng lagi DNS Name Server

–   Kemudian Click update untuk memilai penginstalan

– Pilih Continue

– Masukkan cd 1 sesuai perintah (cd installer Redhat 9)

-Tunggu beberapa saat

–  Masukkan cd 2 sesuai perintah (cd installer Redhat 9)

– Click Ok untuk mengakhiri proses instalasi Bind

–    Informasi Bahwa Instalasi telah berhasil dan Complete

–    Untuk memastikan kembali keberhasilan instalsi Bind server dgn perintah :
[root@localhost /]# rpm -qa |grep bind

bind-utils-9.2.1-16
bind-devel-9.2.1-16
ypbind-1.11-4
bind-9.2.1-16
[root@localhost /]#
Apabila hasil pengecekan sesuai dgn diatas maka instalasi telah berhasil.
B.   KONFIGURASI DNS Server
–    Pertama-tama lakukan konfigurasi file hosts
[root@localhost /]# vi /etc/hosts
Untuk memulai editing lakukan penekanan tombol keyboard INSERT Sisipkan tulisan yang berwarnah merah sebagai konfigurasi tambahan Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter
–   lalu lakukan editing pada file /etc/host.conf
[root@localhost /]# vi /etc/host.conf
isi file sesuai data di bawah ini :
order bind,hosts
[root@localhost /]# vi /etc/named.conf
–   lalu edit file utama konfigurasi DNS Server yaitu named.conf tepatnya di /etc/named.conf dgn menyisipkan tulisan yg berfont tebal dibawah ini.
[root@localhost /]# vi /etc/named.conf
// generated by named-bootconf.pl options {
directory “/var/named”;
/*
* If there is a firewall between you and nameservers you want
* to talk to, you might need to uncomment the query-source
* directive below.  Previous versions of BIND always asked
* questions using port 53, but BIND 8.1 uses an unprivileged
* port by default.
*/
// query-source address * port 53;
};
//
// a caching only nameserver config
//
controls {
inet 127.0.0.1 allow { localhost; } keys { rndckey; };
};
zone “.” IN {
type hint;
file “named.ca”;
};
zone “localhost” IN {
type master;
file “localhost.zone”;
allow-update { none; };
};
zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “named.local”;
allow-update { none; };
};
zone  “smkdmi.sch.id” {
type master;
file  “smkdmi.zone”;
};
zone  “1.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file  “smkdmi.ip”;
};
include “/etc/rndc.key”;
Untuk memulai editing lakukan penekanan tombol keyboard INSERT
Sisipkan tulisan yang berwarnah merah sebagai konfigurasi tambahan
Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter
–    Buat file smkdmi.zone
–    Lalu isi dng scripts dibawah ini :
$TTL   86400
@       IN      SOA     ns.smkdmi.sch.id. root.smkdmi.sch.id.  (
1997022700 ; Serial
28800              ; Refresh
14400               ; Retry
3600000        ; Expire
86400 )            ; Minimum
IN               NS      ns.smkdmi.sch.id.
IN               MX      0 ns.smkdmi.sch.id.
IN                A      192.168.1.10
ns               IN    A      192.168.1.10
mail          IN    A      192.168.1.10
www         IN    A      192.168.1.10
ftp              IN    A      192.168.1.10
–    Buat file smkdmi.arpa.zone
–    Lalu isi dng scripts dibawah ini :
$TTL   86400
@       IN      SOA     ns.smkdmi.sch.id. root.smkdmi.sch.id.  (
1997022700   ; Serial
28800                ; Refresh
14400                 ; Retry
3600000          ; Expire
86400 )              ; Minimum
IN            NS      ns.smkdmi.sch.id.
10            IN      PTR     ns.smkdmi.sch.id.
–    Lalu edit file resolv.conf di /etc/reslov.conf (edit dns linux)
[root@localhost /]# vi /etc/resolv.conf

–    Lalu isi dng scripts dibawah ini :
search smkdmi.sch.id
nameserver 192.168.1.10
–   Restart network
[root@localhost /]# service network restart
Shutting down interface eth0:                                         [  OK  ]
Shutting down loopback interface:                                 [  OK  ]
Setting network parameters:                                           [  OK  ]
Bringing up loopback interface:                                      [  OK  ]
Bringing up interface eth0:                                              [  OK  ]
[root@localhost /]#
–   Restart bind
[root@localhost /]# /etc/init.d/named restart
Stopping named: rndc: connect failed: connection refused      [FAILED]
[root@localhost /]#                                                  [  OK  ]
[root@localhost /]#
–   Aktifkan service named ketika pc on
[root@localhost /]# chkconfig named on
–   Setelah konfigurasi diatas lakukanlah restart pada Pc Linux
–   kemudian lakukan restart named
[root@ns /]#  /etc/init.d/named restart
–   jika anda ada melakukan perubahan konfigurasi file DNS Server pastikan juga anda melakukan perintah berikut :
[root@ns /]#  rndc reload
–   Terakhir lakukan pengecekan DNS Server
[root@ns /]# nslookup smkdmi.sch.id
Note:  nslookup is deprecated and may be removed from future releases.
Consider using the `dig’ or `host’ programs instead.  Run nslookup with
the `-sil[ent]’ option to prevent this message from appearing.
Server:         192.168.1.10
Address:        192.168.1.10#53
Name:   smkdmi.sch.id
Address: 192.168.1.10
[root@ns /]# ping 
PING (192.168.1.10) 56(84) bytes of data.
64 bytes from ns.smkdmi.sch.id (192.168.1.10): icmp_seq=1 ttl=64 time=0.084 ms
64 bytes from ns.smkdmi.sch.id (192.168.1.10): icmp_seq=2 ttl=64 time=0.117 ms
64 bytes from ns.smkdmi.sch.id (192.168.1.10): icmp_seq=3 ttl=64 time=0.186 ms
ping statistics —
3 packets transmitted, 3 received, 0% packet loss, time 1998ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.084/0.129/0.186/0.042 ms
[root@ns /]# host
 
has address 192.168.1.10
root@localhost /]# host

 
has address 192.168.1.10
[root@localhost /]#
–    lakukan pengujian DNS Server dengan perintah
[root@ns /]# nslookup
Note:  nslookup is deprecated and may be removed from future releases.
Consider using the `dig’ or `host’ programs instead.  Run nslookup with
the `-sil[ent]’ option to prevent this message from appearing.
Server:         192.168.1.10
Address:        192.168.1.10#53
Name:  

Address: 192.168.1.10
[root@ns/]# nslookup ftp.smkdmi.sch.id
Note:  nslookup is deprecated and may be removed from future releases.
Consider using the `dig’ or `host’ programs instead.  Run nslookup with
the `-sil[ent]’ option to prevent this message from appearing.
Server:         192.168.1.10
Address:        192.168.1.10#53
Name:   ftp.smkdmi.sch.id
Address: 192.168.1.10
 [root@ns /]# nslookup ssh.smkdmi.sch.id
Note:  nslookup is deprecated and may be removed from future releases.
Consider using the `dig’ or `host’ programs instead.  Run nslookup with
the `-sil[ent]’ option to prevent this message from appearing.
Server:         192.168.1.10
Address:        192.168.1.10#53
Name:   ssh.smkdmi.sch.id
Address: 192.168.1.10
B.   Konfigurasi Client Windows
Agar Konfigurasi DNS server di kenali oleh Client Windows maka harus dilakukan beberapa konfigurasi. Jika tapi jika windows belum di konfigurasi maka akan tampil sebagai berikut :
–    jika dilakukan ping smkdmi.sch.id dari Command Prompt maka akan tampil sebagai berikut :

–    jika dilakukan perintah nslookup smkdmi.sch.id dari Command Prompt maka akan tampil sebagai berikut :

Agar DNS Server di kenali maka ada beberapa setting tambahan di Client Windows yaitu pada seting DNS dimasukkan IP Linux kita dalam konfigurasi ini yaitu 192.168.1.10 seperti tampilan berikut :

Jika setting DNS pada windows sudah di isi Ip Linux dalam konfigurasi modul ini yaitu 192.168.1.10 atau seperti gambar diatas, maka efek dari setting ini adalah :
–    jika dilakukan ping smkdmi.sch.id dari Command Prompt maka akan tampil sebagai berikut :

–    jika dilakukan perintah nslookup smkdmi.sch.id dari Command Prompt maka akan tampil sebagai berikut :




Senin, 31 Oktober 2016

Search Engine Optimization

 Pengertian dan Definisi SEO
SEO atau kepanjangan dari (Search Engine Optimization) adalah suatu cara atau teknik untuk membuat situs atau blog kita berada pada halaman/posisi satu di mesin pencarian (search engine) seperti Google, Bing, dan Yahoo.
Pengertian dari SEO juga sangat luas tetapi semuanya mencakup hal yang sama yaitu mengoptimisasi suatu halaman website/blog agar berada pada halaman/posisi satu di search engine dengan kata kunci yang ditarget.



Fungsi SEO 
adalah untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Secara logika website yang sangat mudah di temukan pasti akan mendapatkan jumlah pengunjung yang banyak dan dari keuntungan jumlah pengunjung itulah sebuah website bisa menghasilkan keuntungan jika website tersebut mampu meyakinkan pengunjung untuk melakukan tindakan/action untuk membeli produk, memasang iklan, memberi donasi atau hal lain yang pada intinya adalah memberikan keuntungan kepada pemilik website tersebut.
 
Contoh SEO
Saya mempunyai sebuah artikel di website ini yaitu “cara membuat jaringan warnet”, kemudian saya optimasi halaman artikel tersebut dengan teknik SEO yang saya gunakan dan dengan mentarget kata kunci “cara membuat jaringan warnet”, setelah saya optimasi dengan baik alhasil halaman tersebut dapat ranking satu dengan kata kunci yang saya target tersebut.
Sekarang saya yakin anda sudah mulai mengerti mengenai Search Engine Optimization, jika belum silahkan baca berulang – ulang pengertian dan contoh diatas sampai anda benar – benar paham atau baca juga pengertian seo dari


  Tujuan SEO
  adalah menempatkan sebuah situs blog/web pada posisi teratas di Search Engine khususnya di Google, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs blog/web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis blog/web untuk mendapatkan pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan - perusahaan yang memiliki basis usaha di internet.

Banyak yang mengartikan tentang Definisi SEO, namun perinsipnya sama yaitu suatu proses atau cara untuk meningkatkan trafik blog/web dengan memanfaatkan keyword tertentu yang menempati posisi teratas di Search Engine khususnya (Google).

Keuntungan Melakukan SEO
Banyak sekali keuntungan dari melakukan SEO yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, diantaranya yaitu :
1# Mendatangkan Traffic yang Banyak
Kita semua pasti tahu jika situs atau blog berada pada halaman satu Search Engine pasti akan mendatangkan pengunjung (Traffic) yang sangat besar, tergantung pada keyword yang kita target dan besar kecilnya data hasil pencarian dari
2# Meningkatkan Penjualan
Jika suatu situs menjual suatu produk atau barang seperti lazada.co.id yang menjual aneka barang seperti laptop atau lainnya, maka jika ada orang mencari di google dengan keyword “jual laptop murah” kemudian situs tersebut ranking 1, maka sudah 95% lazada akan mendapatkan penjualan dari hasil SEO tersebut.
3# Meningkatkan Daya Saing
Mudah saja untuk keuntungan SEO yang satu ini, jika posisi suatu situs lebih tinggi maka secara otomatis daya saingnya pun akan lebih tinggi. Masih banyak lagi keuntungan dari SEO ini yang tidak saya sebutkan semua, karena saya yakin dengan 3 hal diatas saja pasti anda sudah mengerti mengenai keuntungan SEO.

 Sejarah SEO
Menurut Danny Sullivan, istilah search engine optimization pertama kali digunakan pada 26 Juli tahun 1997 oleh sebuah pesan spam yang diposting di Usenet. Pada masa itu algoritma mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga mudah dimanipulasi.
Versi awal algoritma pencarian didasarkan sepenuhnya pada informasi yang disediakan oleh webmaster melalui meta tag pada kode html situs web mereka. Meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung pada suatu halaman web dengan serangkaian kata kunci (keyword).
Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara menuliskan kata kunci yang tidak sesuai dengan konten situs yang sesungguhnya, sehingga mesin pencari salah menempatkan dan memeringkat situs tersebut. Hal ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat dan menimbulkan kerugian baik bagi mesin pencari maupun bagi pengguna internet yang mengharapkan informasi yang relevan dan berkualitas.

Sumber:
http://www.seogereggi.com/2015/01/pengertian-seo-search-engine-optimization.html
http://kontes-seo-search-engine.blogspot.co.id/2013/05/fungsi-dan-tujuan-seo.html