Masa remaja yaitu
merupakan suatu masa rawan dimana proses perkembangan anak fisik dan mental
sedang tumbuh deras. Di luar perubahan fisik, urusan seksual menjadi salah satu
perubahan yang mereka alami. Selain itu juga masa remaja yaitu masa transisi
bagi anak, masa transisi yaitu masa dimana seseorang masih dapat dikatakan labil
dengan dirinya sendiri atau masa di mana saat ia sedang senang-senangnya untuk mencari jati dirinya. Kebanyakan dari
mereka masih belum sangat paham dalam menentukan mana yang baik atau yang buruk
untuk dirinya, mungkin pergaulan yang salah atau yang buruk mereka anggap suatu
tren atau gaya masa kini. Diantaranya yaitu seperti seks bebas, narkoba dll.
Salah satu gaya yang sudah mengglobal pada remaja saat ini adalah masalah seks bebas free
seks yang banyak terjadi pada kalangan
remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari.
Adanya dorongan seksual yang mempunyai arti kecenderungan biologis untuk
mencari tanggapan seksual dan tanggapan yang berbau seksual dari orang lain,
biasanya dari lawan jenis muncul pada awal remaja dan tetap bertahan kuat
sepanjang hidup. Mungkin menurut mereka melakukan seks bebas adalah suatu trend
an gaya masa kini yang menunjang mereka terlihat lebih keren di mata
teman-temannya yang kebanyakan dari mereka menyebutnya ML “Making Love”.
Dalam, Harian Republika terbitan 1 Maret 2007 nulis,
”Penyakit Menular Seksual Ancam Siapa Pun”. Dalam berita itu juga
ditulis”Hampir 50 persen remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks di
luar nikah.” Ini sangat tragis dan fatal, disaat usia remaja saat ini
seharusnya mereka melakukan kewajibannya yaitu belajar. Pengaruh budaya
ke-barat baratan memang tidak dapat dipungkiri saat kini.
Dari kasusu-kasus ini mungkin dapat juga di pengarui oleh
factor internal ataupun eksternal diantaranya yaitu adalah kurangnya kasih
sayang dan perhatian dari orang tuanya selain itu peranan agama dan keluarga
sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Untuk itu,
diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan
komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak
anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk
dia, misalnya kegiatan olahraga, selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di
luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah
kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk
melakukan penyimpangan prilaku. Atau mungkin bisa juga memang perilaku si anak
yang kurang baik walaupun sudah ddik dari keluarga yang baik-baik dan ini
merupakan faktor yang mendorongnya untuk melakukan free seks/seks bebas.
Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,
per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita
penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120
pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita
HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus
HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.
Dari data diatas yaitu kita dapat melihat dampak-dampak dari
kasus tersebut antaralain yaitu Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu
kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur.
kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa.
Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka
bagi pelaku bahkan keturunannya. Disaat mereka hamil kebanyakan dari mereka
belum siap di karenakan usianya yang masi muda dan ini menimbulkan banyaknya
remaja yang Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi
merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan
kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak
aman, karena dapat mengakibatkan kematian. Selainitu juga dampak yang paling
buruk adalah Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melalui
pasangan dan bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seks bebas dengan
bergonta-ganti pasangan. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit
bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Salah
satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV.
Selain gaya tren seks bebas
yang acak adul seperti diatas saat ini juga banyak diatara mereka dalam
melakukan seks bebas yang memakai alat kotrasepsi bahasa gaulnya “kondom”
kebanyakan dari mereka menyebutnya. Selain dengan alasan tidak menyebabkan
kehamilan, juga tidak menimbulkan penyakit, dan lagi-lagi itu adalah sebuah
gaya hidup dan tren masa kini kalau para remaja menyebutnya.
Kementerian Kesehatan pada tahun 2009 remaja di 4 kota besar
Jakarta Pusat, Medan, Bandung, Surabaya 35'9% remaja punya teman pernah
melakukan hubungan seksual sebelum menikah (Sumber: antaranews.com). Pendapat saya,
itu disebabkan dengan mudahnya mereka mendapatkan alat kontrasepsi itu secara
bebas. Dahulu itu "kondom" hanya bisa didapatkan oleh orang yang
sudah menikah untuk program KB (Keluarga Berencana), tapi sekarang kondom di
jual bebas di apotik-apotik dan toko-toko swalayan.
Ya,sekarang kita fikir saja
jika semakin mudah akses mendapatkan kondom maka semakin marak pula seks
bebas, dan semakin besar pula kemungkinan terkena HIV/AIDS. Banyak orang bilang
jika menggunakan kondom maka akan mengurangi resiko terkena penyakit kelamin.
Kondom, alat kontrasepsi yang selama ini dikenal memiliki
dua . Pertama, fusngi untuk mengatur jarak kelahiran lewat program Keluarga
Berencana (KB) yang dijalankan olehBkkbN di Indonesia yang didistribusikan
lewat BkkbN kabupaten kota. Kedua, kondom juga dikenal sebagai alat untuk
mencegah berjangkitnya penyakit menular seksual(PMS) di kalangan masyarakat
penjaja dan penikmat seks bebas di tempat-tempat pelacuran atau prostitusi di
berbagai tempat di dunia dan juga di negeri Indonesia raya tercinta. Jadi,
kondom bukanlah barang asing lagi. Artinya kondom sudah dikenal luas oleh
masyarakat kita, bukan saja dari kalangan orang dewasa, tetapi juga kaum remaja
dan bahkan mungkin hingga anak-anak bawah umur.
Jadi remaja sudahlah tidak asing lagi apabila melihat dan
mendengar kata kondom. Seharusnya kondom tidak dijual dengan bebas, saat kini
banyak apotek, took-too kecil, dan mini market yang menjual alat tersebut
bahkan terkadang di pajang yang jelas-jelas tidak pantas untuk di lihat oleh
anak kecil.
Komisi Perlindungan
Anak Indonesia (KPAI) meminta ada regulasi yang mengatur penjualan kondom
sehingga alat kontrasepsi itu tidak dapat diakses anak-anak dan remaja.
"Perlu langkah-langkah pembatasan peredaran kondom yang selama ini dijajakan
secara bebas," kata Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh di Jakarta,
Jumat (22/6).
Yaa kalau bisa penjualan kondom jangan terlalu bebas dan
menyebar di pasaran, memang kondom itu untuk program KB seharusnya ada
penelitian yang lebih ketat lagi dalam pembeliah dan penjualan alat ini.
Sebagai remaja yang baik, tentu kita tidak ingin hal itu
terjadi bukan? Oleh karena itu, berilah jarak antara kita dengan pergaulan
bebas yang merajalela. Karena dampaknya sangat merugikan salah satunya adalah
terjangkit virus HIV/AIDS ( human immunodeficiany Virus / Acquired immune
Deficiency Syndrome). Dan masih banyak lagi dampak-dampak negative lainnya.
Namun semua kembali pada diri kita sendir, mau menjadi orang
yang seperti apa kita, terjerumus dalam lubang hitam kelam yaitu pergaulan
bebas yang negative yang sedang tren saat kini, atau kita mencntai diri kita
yaitu menjadi orang yang biasa saja namun kita mempunyai masa depan yang cerah.
Jadi semua itu adalah sebuah pilihan. Sselain itu jugaa himbauan bagi para
orang tua agar lebih ketat lagi dalam mengawasi anak-anaknya.
Sebenarnya masih banyak kegatan positif yang kita bisa
lakukan disekolah dan terutama pada kalangan remaja yaitu, sseperti mengikuti
ekstrakulikuler atau kursus yang dapat menyalurkan hobi kita. Ini jauh lebih
baik dibandingkan melakukan free seks/ seks bebas atau yang mereka sering
bilang dengan sebutan “ML” (making love).
Selain itu para remaja hendaknya berhati-hati dalam memilih
teman, carilah teman yang membuat kita menjadi lebih berprestasi. Bukan yang
membuat kita menjadi sebaliknya yaitu menjerumuskan kita ke pergaulan negative.
Jadi sayangilah diri kalian karena diri kalian itu sangat masih muda dan masih
panjang sekali perjalanan anda, bahagiakanlah orang tua anda dulu, dan coba
lebih sayangi diri anda sendiri.
Jadi bagaimana masihkah anda mau mencoba tren masa kini yang
kebanyakan dibilang anak-anak remaja free seks atau ML? itu semua tergantung
dan sekali lagi kembali pada diri anda masing- masing okee.
“SAY NO TO FREE SEKS”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar