welcome

WELCOME TO MY BLOG :) IKA SEFIYANTI

Selasa, 18 Februari 2014

SEKS BEBAS DAN PENGARUH ALAT KONTRASEPSI DI KALANGAN REMAJA MASA KINI


Masa  remaja yaitu merupakan suatu masa rawan dimana proses perkembangan anak fisik dan mental sedang tumbuh deras. Di luar perubahan fisik, urusan seksual menjadi salah satu perubahan yang mereka alami. Selain itu juga masa remaja yaitu masa transisi bagi anak, masa transisi yaitu masa dimana seseorang masih dapat dikatakan labil dengan dirinya sendiri atau masa di mana saat ia  sedang senang-senangnya  untuk mencari jati dirinya. Kebanyakan dari mereka masih belum sangat paham dalam menentukan mana yang baik atau yang buruk untuk dirinya, mungkin pergaulan yang salah atau yang buruk mereka anggap suatu tren atau gaya masa kini. Diantaranya yaitu seperti seks bebas, narkoba dll.
Salah satu gaya yang sudah mengglobal pada remaja  saat ini adalah masalah seks bebas free seks  yang banyak terjadi pada kalangan remaja. Banyak dari mereka yang masuk ke lembah hitam tanpa mereka sadari. Adanya dorongan seksual yang mempunyai arti kecenderungan biologis untuk mencari tanggapan seksual dan tanggapan yang berbau seksual dari orang lain, biasanya dari lawan jenis muncul pada awal remaja dan tetap bertahan kuat sepanjang hidup. Mungkin menurut mereka melakukan seks bebas adalah suatu trend an gaya masa kini yang menunjang mereka terlihat lebih keren di mata teman-temannya yang kebanyakan dari mereka menyebutnya ML “Making Love”.
Dalam, Harian Republika terbitan 1 Maret 2007 nulis, ”Penyakit Menular Seksual Ancam Siapa Pun”. Dalam berita itu juga ditulis”Hampir 50 persen remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah.” Ini sangat tragis dan fatal, disaat usia remaja saat ini seharusnya mereka melakukan kewajibannya yaitu belajar. Pengaruh budaya ke-barat baratan memang tidak dapat dipungkiri saat kini.

Dari kasusu-kasus ini mungkin dapat juga di pengarui oleh factor internal ataupun eksternal diantaranya yaitu adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya selain itu peranan agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut. Untuk itu, diperlukan adanya keterbukaan antara orang tua dan anak dengan melakukan komunikasi yang efektif. Mungkin seperti menjadi tempat curhat bagi anak-anak anda, mendukung hobi yang diinginkan selama kegiatan tersebut positif untuk dia, misalnya kegiatan olahraga, selain menjaga kesehatan tubuh, kesibukan di luar sekolah seperti olahraga dapat membuat perhatian mereka tertuju ke arah kegiatan tersebut. Sehingga, memperkecil kemungkinan bagi mereka untuk melakukan penyimpangan prilaku. Atau mungkin bisa juga memang perilaku si anak yang kurang baik walaupun sudah ddik dari keluarga yang baik-baik dan ini merupakan faktor yang mendorongnya untuk melakukan free seks/seks bebas.
Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS. Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33 orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan 20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.
Dari data diatas yaitu kita dapat melihat dampak-dampak dari kasus tersebut antaralain yaitu Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan kehamilan bila dilakukan pada masa subur. kehamilan yang terjadi akibat seks bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Kehamilan yang dianggap “Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan keturunannya. Disaat mereka hamil kebanyakan dari mereka belum siap di karenakan usianya yang masi muda dan ini menimbulkan banyaknya remaja yang Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi tidak aman, karena dapat mengakibatkan kematian. Selainitu juga dampak yang paling buruk adalah Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melalui pasangan dan bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti pasangan. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Salah satu virus yang bisa ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV.

Selain gaya tren seks bebas  yang acak adul seperti diatas saat ini juga banyak diatara mereka dalam melakukan seks bebas yang memakai alat kotrasepsi bahasa gaulnya “kondom” kebanyakan dari mereka menyebutnya. Selain dengan alasan tidak menyebabkan kehamilan, juga tidak menimbulkan penyakit, dan lagi-lagi itu adalah sebuah gaya hidup dan tren masa kini kalau para remaja menyebutnya.

Kementerian Kesehatan pada tahun 2009 remaja di 4 kota besar Jakarta Pusat, Medan, Bandung, Surabaya 35'9% remaja punya teman pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah (Sumber: antaranews.com). Pendapat saya, itu disebabkan dengan mudahnya mereka mendapatkan alat kontrasepsi itu secara bebas. Dahulu itu "kondom" hanya bisa didapatkan oleh orang yang sudah menikah untuk program KB (Keluarga Berencana), tapi sekarang kondom di jual bebas di apotik-apotik dan toko-toko swalayan.

Ya,sekarang kita fikir saja  jika semakin mudah akses mendapatkan kondom maka semakin marak pula seks bebas, dan semakin besar pula kemungkinan terkena HIV/AIDS. Banyak orang bilang jika menggunakan kondom maka akan mengurangi resiko terkena penyakit kelamin.
Kondom, alat kontrasepsi yang selama ini dikenal memiliki dua . Pertama, fusngi untuk mengatur jarak kelahiran lewat program Keluarga Berencana (KB) yang dijalankan olehBkkbN di Indonesia yang didistribusikan lewat BkkbN kabupaten kota. Kedua, kondom juga dikenal sebagai alat untuk mencegah berjangkitnya penyakit menular seksual(PMS) di kalangan masyarakat penjaja dan penikmat seks bebas di tempat-tempat pelacuran atau prostitusi di berbagai tempat di dunia dan juga di negeri Indonesia raya tercinta. Jadi, kondom bukanlah barang asing lagi. Artinya kondom sudah dikenal luas oleh masyarakat kita, bukan saja dari kalangan orang dewasa, tetapi juga kaum remaja dan bahkan mungkin hingga anak-anak bawah umur.
Jadi remaja sudahlah tidak asing lagi apabila melihat dan mendengar kata kondom. Seharusnya kondom tidak dijual dengan bebas, saat kini banyak apotek, took-too kecil, dan mini market yang menjual alat tersebut bahkan terkadang di pajang yang jelas-jelas tidak pantas untuk di lihat oleh anak kecil.
 Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta ada regulasi yang mengatur penjualan kondom sehingga alat kontrasepsi itu tidak dapat diakses anak-anak dan remaja. "Perlu langkah-langkah pembatasan peredaran kondom yang selama ini dijajakan secara bebas," kata Wakil Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh di Jakarta, Jumat (22/6).
Yaa kalau bisa penjualan kondom jangan terlalu bebas dan menyebar di pasaran, memang kondom itu untuk program KB seharusnya ada penelitian yang lebih ketat lagi dalam pembeliah dan penjualan alat ini.
Sebagai remaja yang baik, tentu kita tidak ingin hal itu terjadi bukan? Oleh karena itu, berilah jarak antara kita dengan pergaulan bebas yang merajalela. Karena dampaknya sangat merugikan salah satunya adalah terjangkit virus HIV/AIDS ( human immunodeficiany Virus / Acquired immune Deficiency Syndrome). Dan masih banyak lagi dampak-dampak negative lainnya.
Namun semua kembali pada diri kita sendir, mau menjadi orang yang seperti apa kita, terjerumus dalam lubang hitam kelam yaitu pergaulan bebas yang negative yang sedang tren saat kini, atau kita mencntai diri kita yaitu menjadi orang yang biasa saja namun kita mempunyai masa depan yang cerah. Jadi semua itu adalah sebuah pilihan. Sselain itu jugaa himbauan bagi para orang tua agar lebih ketat lagi dalam mengawasi anak-anaknya.
Sebenarnya masih banyak kegatan positif yang kita bisa lakukan disekolah dan terutama pada kalangan remaja yaitu, sseperti mengikuti ekstrakulikuler atau kursus yang dapat menyalurkan hobi kita. Ini jauh lebih baik dibandingkan melakukan free seks/ seks bebas atau yang mereka sering bilang dengan sebutan “ML” (making love).
Selain itu para remaja hendaknya berhati-hati dalam memilih teman, carilah teman yang membuat kita menjadi lebih berprestasi. Bukan yang membuat kita menjadi sebaliknya yaitu menjerumuskan kita ke pergaulan negative. Jadi sayangilah diri kalian karena diri kalian itu sangat masih muda dan masih panjang sekali perjalanan anda, bahagiakanlah orang tua anda dulu, dan coba lebih sayangi diri anda sendiri.
Jadi bagaimana masihkah anda mau mencoba tren masa kini yang kebanyakan dibilang anak-anak remaja free seks atau ML? itu semua tergantung dan sekali lagi kembali pada diri anda masing- masing okee.
“SAY NO TO FREE SEKS”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar